Transisi Energi Makin Didorong, Apakah Genset Akan Ditinggalkan Industri? Ini Jawabannya

Transisi energi mulai mengubah cara industri melihat kebutuhan listrik. Energi terbarukan seperti tenaga surya, air, angin, dan panas bumi semakin mendapat porsi dalam perencanaan kelistrikan Indonesia. Lalu muncul pertanyaan yang cukup masuk akal: jika industri semakin beralih ke energi bersih, apakah genset nantinya tidak lagi dibutuhkan?

Jawabannya ternyata tidak sesederhana itu.

Transisi Energi Sedang Mengubah Sistem Kelistrikan

Arah menuju energi bersih memang semakin jelas. Dalam ruptl-pln-2025-2034, pemerintah merencanakan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 GW.

Sebanyak 42,6 GW berasal dari energi baru terbarukan dan 10,3 GW dari sistem penyimpanan energi. Secara keseluruhan, EBT dan storage mencapai sekitar 76% dari tambahan kapasitas yang direncanakan.

Angka tersebut menunjukkan bahwa energi bersih bukan lagi sekadar wacana masa depan. Industri juga akan semakin berhadapan dengan perubahan sumber dan sistem penyediaan listrik.

Namun, transisi energi bukan berarti mengganti satu sumber listrik dengan sumber lain secara sederhana. Sistem kelistrikan harus tetap mampu menyediakan listrik yang stabil ketika kebutuhan industri berubah sepanjang waktu.

Industri Tidak Hanya Membutuhkan Listrik, tetapi Juga Keandalan

Bagi industri, listrik bukan sekadar energi untuk menyalakan lampu atau peralatan kantor.

Mesin produksi, sistem pendingin, pompa, kompresor, conveyor, server, hingga berbagai peralatan otomatis membutuhkan pasokan listrik yang andal. Ketika listrik terputus, proses produksi bisa ikut berhenti.

Di sinilah persoalannya. Semakin banyak energi terbarukan masuk ke sistem kelistrikan, semakin penting pula teknologi penyimpanan dan fleksibilitas sistem.

RUPTL sendiri memasukkan 10,3 GW storage, termasuk battery energy storage system dan pumped storage, untuk mendukung sistem kelistrikan yang semakin banyak menggunakan EBT.

Artinya, masa depan transisi energi justru tidak hanya berbicara tentang dari mana listrik dihasilkan, tetapi juga bagaimana listrik tetap tersedia ketika dibutuhkan.

Jadi, Apakah Genset Akan Ditinggalkan?

Belum tentu.

Genset dan energi terbarukan sebenarnya memiliki fungsi yang berbeda. PLTS, misalnya, dapat membantu industri menghasilkan listrik dari energi matahari.

Namun produksinya bergantung pada kondisi matahari dan karena itu sering dipadukan dengan penyimpanan energi atau sistem lain.

Sementara itu, genset dapat berperan sebagai sumber listrik cadangan ketika pasokan utama mengalami gangguan atau ketika sistem membutuhkan daya tambahan dalam kondisi tertentu.

Karena itu, transisi energi tidak otomatis membuat genset menjadi tidak relevan. Justru, kebutuhan industri ke depan bisa bergerak menuju sistem energi yang lebih beragam, bukan bergantung pada satu sumber saja.

Baca Juga: Awasss! Pemadaman Listrik Makin Jadi Ancaman, Seberapa Siap Industri Menghadapinya?

Genset Bisa Berubah Peran

Perubahan terbesar mungkin bukan pada ada atau tidaknya genset, melainkan pada perannya dalam sistem energi industri.

Jika sebelumnya genset sering digunakan sebagai sumber cadangan utama ketika listrik padam, ke depan penggunaannya dapat dikombinasikan dengan teknologi lain seperti PLTS dan battery energy storage system.

Konsep seperti ini memungkinkan industri membagi fungsi sumber energi.

Energi terbarukan dapat digunakan untuk membantu kebutuhan listrik harian, baterai menyimpan energi dan merespons kebutuhan tertentu, sementara genset tetap disiapkan sebagai lapisan cadangan ketika diperlukan.

Dengan pendekatan tersebut, genset bukan menjadi lawan energi bersih, tetapi salah satu bagian dari sistem kelistrikan yang lebih fleksibel.

Industri Perlu Bersiap Menghadapi Perubahan

Transisi energi akan membawa perubahan pada cara industri mengelola listrik. Fokusnya tidak lagi hanya mencari sumber energi yang murah, tetapi juga mempertimbangkan efisiensi, keandalan, fleksibilitas, dan kebutuhan operasional jangka panjang.

Bagi industri, ini berarti keputusan mengenai kelistrikan sebaiknya tidak dibuat berdasarkan tren semata. Kebutuhan daya, karakter beban, pola produksi, risiko gangguan, hingga ketersediaan sumber energi perlu diperhitungkan secara bersama.

Jadi, apakah genset akan ditinggalkan industri?

Kemungkinan besar bukan ditinggalkan, tetapi mengalami perubahan fungsi. Di tengah dorongan menuju energi bersih, kebutuhan akan listrik cadangan yang andal tetap menjadi bagian penting dari ketahanan operasional industri.

Pada akhirnya, transisi energi bukan hanya tentang meninggalkan energi lama, tetapi membangun sistem energi yang lebih bersih sekaligus tetap mampu menjaga industri berjalan ketika listrik benar-benar dibutuhkan.

Ingin Bagikan Postingan Ini?
magang magang
magang magang
Articles: 20

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *