Bagi pengusaha sound system, event organizer, maupun pelaku usaha sound horeg, masalah listrik bukanlah hal yang bisa diabaikan. Suara harus tetap jelas, lampu harus tetap menyala.
Terutama untuk acara yang diadakan di lapangan atau tempat dengan daya listrik tidak cukup banyak. Kebutuhan listrik yang tinggi bisa jadi tantangan sendiri, terutama ketika banyak perangkat digunakan sekaligus.
Karena itu, genset untuk sound system menjadi salah satu perlengkapan yang perlu dipersiapkan sebelum acara dimulai. Namun, jangan salah pilih!
Berikut penulis bagikan panduan dalam memilih generator yang tepat agar sound system tetap menyala saat acara.
Kenapa Sound System Besar Membutuhkan Genset?
Sebelum membahas cara pemilihan, tentu kita semua sudah tahu bahwa semakin besar sound system yang digunakan, semakin banyak perangkat yang membutuhkan listrik.
Power amplifier, speaker, mixer, processor, hingga perangkat audio lainnya bekerja secara bersamaan selama acara.
Belum lagi jika event menggunakan lighting, LED screen, kipas, komputer, dan berbagai perlengkapan tambahan. Seluruh perangkat tersebut akan menambah beban listrik.
Masalah bisa muncul ketika daya listrik di lokasi tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Tegangan dapat turun, perangkat tidak bekerja maksimal, atau dalam kondisi tertentu listrik bahkan bisa padam.
Bagi penyelenggara acara, gangguan seperti ini tentu dapat merugikan. Terlebih kalau terjadi ketika penampilan sedang berlangsung.
Karena itu, genset event dapat menjadi solusi untuk menyediakan sumber listrik yang lebih sesuai dengan kebutuhan acara.
Baca Juga: Kenali KVA pada Genset dan Perbedaannya dengan KW
Perangkat Apa Saja yang Perlu Diperhitungkan?
Sebelum menentukan genset untuk sound system, jangan hanya menghitung daya amplifier. Seluruh perangkat yang menggunakan listrik sebaiknya dimasukkan dalam perhitungan.
1. Power Amplifier
Power amplifier merupakan salah satu perangkat utama dalam sistem audio. Jumlah amplifier dan sistem yang digunakan akan memengaruhi kebutuhan daya secara keseluruhan.
Sound system dengan konfigurasi besar tentu memiliki kebutuhan listrik yang berbeda dibandingkan sistem audio untuk acara kecil.
2. Speaker dan Perangkat Audio
Speaker, mixer, processor, equalizer, crossover, dan perangkat audio lainnya juga membutuhkan pasokan listrik.
Karena itu, menghitung kebutuhan genset sound system perlu dilakukan berdasarkan keseluruhan sistem, bukan hanya satu perangkat.
3. Lighting
Untuk konser dan event malam hari, lighting juga membutuhkan daya cukup besar. Moving head, lampu panggung, strobo, dan berbagai pencahayaan lainnya dapat menambah beban listrik.
4. LED Screen dan Perangkat Pendukung
LED screen, laptop, komputer, kipas, charger, serta perangkat pendukung lainnya juga perlu diperhitungkan.
Jika semua perangkat digunakan secara bersamaan, total kebutuhan daya dapat menjadi jauh lebih besar dibandingkan kebutuhan sound system saja.
Jangan Asal Memilih Kapasitas Genset
Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah, “Sound system saya butuh genset berapa kVA?”
Jawabannya tidak bisa disamakan untuk semua acara. Setiap sistem memiliki konfigurasi dan kebutuhan daya yang berbeda.
Sound system untuk acara keluarga tentu tidak sama dengan sistem audio untuk konser besar atau sound horeg. Jumlah amplifier, speaker, lighting, dan perangkat pendukung akan menentukan kebutuhan daya.
Langkah paling aman adalah mencatat semua peralatan yang akan digunakan, kemudian menghitung kebutuhan dayanya. Dari data tersebut, barulah kapasitas genset dapat ditentukan.
Jangan memilih mesin yang kapasitasnya terlalu kecil hanya karena harganya lebih murah. Jika beban yang digunakan melebihi kemampuan mesin, performanya dapat terganggu.
Sebaliknya, memilih genset yang terlalu besar juga belum tentu menjadi pilihan paling efisien. Kapasitas sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Baca Juga: Mesin Genset, Mari Mengenal Pengertian, Fungsi, dan Jenis-jenisnya
5 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Genset
1. Kapasitas Daya
Kapasitas merupakan hal pertama yang perlu diperhatikan ketika memilih genset untuk konser atau event. Pastikan kemampuan mesin mampu memenuhi kebutuhan seluruh perangkat yang digunakan.
Jangan hanya menghitung sound system. Masukkan juga lighting, LED screen, dan peralatan pendukung lainnya.
2. Beban Awal Peralatan
Beberapa perangkat listrik dapat membutuhkan daya berbeda ketika pertama kali dinyalakan. Karena itu, kapasitas genset sebaiknya tidak ditentukan hanya berdasarkan penggunaan normal.
Perhitungkan juga kondisi ketika beberapa perangkat dinyalakan dalam waktu yang berdekatan.
3. Durasi Pemakaian
Event dapat berlangsung selama beberapa jam hingga seharian. Karena itu, lama penggunaan perlu menjadi pertimbangan ketika memilih genset.
Kapasitas tangki bahan bakar, konsumsi bahan bakar, jenis genset, dan pola penggunaan akan berpengaruh terhadap lama mesin dapat beroperasi.
Untuk memahami lebih jauh mengenai penggunaan genset dalam waktu panjang, Anda dapat membaca Genset Menyala 24 Jam Tanpa Henti, Aman atau Tidak?
Bagi pengusaha rental sound, hal ini semakin penting karena genset mungkin digunakan secara rutin di berbagai lokasi.
4. Stabilitas Tegangan
Sound system terdiri dari berbagai perangkat elektronik yang membutuhkan pasokan listrik sesuai spesifikasi.
Karena itu, perhatikan sistem pengaturan tegangan pada genset. Sumber listrik yang stabil membantu menjaga perangkat bekerja dengan baik selama acara berlangsung.
5. Kemudahan Perawatan
Genset untuk kebutuhan event biasanya berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Mesin yang mudah dioperasikan dan dirawat tentu akan lebih praktis bagi pengusaha sound system.
Periksa juga ketersediaan suku cadang serta kemudahan melakukan servis secara berkala.
Bagaimana dengan Genset untuk Sound Horeg?
Kebutuhan genset untuk sound horeg dapat berbeda-beda tergantung konfigurasi sistem yang digunakan.
Semakin besar perangkat audio dan perlengkapan pendukungnya, semakin besar pula kebutuhan daya yang harus dipersiapkan.
Pada acara sound horeg, sistem audio biasanya menjadi bagian utama pertunjukan. Jika ditambah lighting dan perangkat lainnya, kebutuhan listrik akan semakin meningkat.
Karena itu, pengusaha sound horeg sebaiknya mengetahui total kebutuhan daya dari perangkat yang digunakan sebelum menentukan genset.
Jangan sampai mesin sudah dibeli atau disewa, tetapi kapasitasnya ternyata tidak sesuai dengan kebutuhan ketika seluruh perangkat dinyalakan.
Genset Bukan Sekadar Cadangan Listrik
Bagi sebagian orang, genset mungkin hanya dianggap sebagai mesin cadangan ketika listrik padam. Namun, untuk pengusaha event dan sound system, fungsinya bisa lebih dari itu.
Di lokasi tertentu, sumber listrik yang tersedia memang tidak cukup untuk menjalankan seluruh perangkat.
Dalam kondisi seperti ini, genset untuk event dapat menjadi sumber listrik utama untuk mendukung operasional acara.
Dengan persiapan yang tepat, penyelenggara dapat lebih leluasa mengatur kebutuhan daya tanpa sepenuhnya bergantung pada kapasitas listrik di lokasi.
Hal terpenting adalah menentukan mesin berdasarkan kebutuhan aktual dan kondisi penggunaan.
Pilih Genset Sesuai Kebutuhan Event
Memilih mesin genset untuk sound system sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan keseluruhan kebutuhan acara.
Kapasitas daya, perangkat yang digunakan, durasi pemakaian, stabilitas tegangan, hingga kemudahan perawatan semuanya perlu diperhatikan.
Bagi pengusaha rental sound, event organizer, penyelenggara konser, maupun pelaku sound horeg, perencanaan kebutuhan listrik sejak awal dapat membantu menghindari masalah ketika acara sudah berlangsung.
Jika Anda sedang mencari genset untuk sound system, konser, event, atau sound horeg, Madanitec dapat membantu memberikan rekomendasi berdasarkan kebutuhan daya dan penggunaan di lapangan.
Konsultasikan kebutuhan genset Anda melalui Madanitec di 085179820490 untuk mendapatkan informasi mengenai kapasitas, spesifikasi, dan pilihan mesin yang sesuai.
Jangan menunggu listrik bermasalah saat acara berlangsung. Siapkan genset yang sesuai agar sound system, lighting, dan seluruh rangkaian event dapat berjalan lebih optimal.
Ditulis Oleh: Febrian Abdul Mugni
Mahasiswa Magang Universitas Tidar

